004. MERUBAH SETATUS WAQOF MUSHOLLA MENJADI MASJID

Posted by FKMD Forom Kajian Masailu AdDiniyah on 07:34 AM, 12-Aug-12

Under: HASIL DISKUSI

>> Hamdan Aidy "Assalamu alaikum...... mautanya wahai anggota FKMD,,,,,,, -Pertanyaan **Bagaimana hukumnya mengubah status waqaf musholla di rubah menjadi Masjid? mengingat sekarang ini sudah banyak terjadi... Jawaban:>> == Muqit Ismunoer "wa alaikum salam wr. Wb. Permasalahan mengubah bentuk dan fungsi barang waqaf dalam mazhab syafi'isangatlah ketat, dalam arti mazhab syafi'i sangat hati-hati dalam memberikan keabsahan perubahan bentuk dan fungsi barang wakaf. Beberapa pendpt diantaranya Imam al-Nawawi dalam kitab raudlah Kitabal-waqf bab al-tsani fasalmasail mantsurah:Tidak boleh mengubah fungsi(barang) waqaf. Maka tdk diperbolehkan (waqaf)rumah menjadi (waqaf)kebun ataupun tmpt pemandian, dan sebaliknya. Kecuali jika orang yg waqaf memasrahkan apa yang dipandang maslahah bagi kepentingan wakaf. Dalam fatwa imam al-Qaffal menyatkan: bolh menjdikn (waqaf)tmpt cukur (salonrambut) sebagai toko roti. Barangkali pengertiannya adlh merubah bentuk bukan fungsi. ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺗﻐﻴﻴﺮ ﺍﻟﻮﻗﻒ ﻋﻦ ﻫﻴﺌﺘﻪ ،ﻓﻼ ﺗﺠﻌﻞ ﺍﻟﺪﺍﺭ ﺑﺴﺘﺎﻧﺎ ، ﻭﻻ ﺣﻤﺎﻣﺎ ،ﻭﻻ ﺑﺎﻟﻌﻜﺲ ، ﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﺟﻌﻞ ﺍﻟﻮﺍﻗﻒﺇﻟﻰ ﺍﻟﻨﺎﻇﺮ ﻣﺎ ﻳﺮﻯ ﻓﻴﻪ ﻣﺼﻠﺤﺔﻟﻠﻮﻗﻒ ، ﻭﻓﻲ ﻓﺘﺎﻭﻯ ﺍﻟﻘﻔﺎﻝ : ﺃﻧﻪﻳﺠﻮﺯ ﺃﻥ ﻳﺠﻌﻞ ﺣﺎﻧﻮﺕ ﺍﻟﻘﺼﺎﺭﻳﻦﻟﻠﺨﺒﺎﺯﻳﻦ ، ﻓﻜﺄﻧﻪ ﺍﺣﺘﻤﻞ ﺗﻐﻴﻴﺮ ﺍﻟﻨﻮﻉﺩﻭﻥ ﺍﻟﺠﻨﺲ Imam Muhammad bin Syihabuddin al-Ramly dalam Nihayatul muhtaj Kitab al-waqf fasal fi ahkam al-waqf al- ma'nawiyyah mengatakan: Pengelola waqaf boleh merubah (menyelaraskan)bentuk, tetapi tidak boleh membagi- bagi meskipun sekat-sekat, dan tdk bolh merubah fungsi sprti menjadikan kebun sbgai rumah atau sebaliknya selma waqif tdk mensyaratkan satu tindakan utk kemaslahatan, (jika waqif mensyartkn satu tindkn tertentu) mk bolh merubah fungsi dngn mempertimbangkan maslahah. Imam al-subky berkata: permasalahan yg saya lihat adalah mengubah benda waqaf mnjdi yang lain, tetpi dngn tiga syarat: perubahan itu sedikit yg tdk merubah musamma (esensi dr nama suatu benda), dan tdk menghilngkan sekecil apapun dari bendanya,bahkan boleh memindahkan ke arah yang lain, dan(syaratnya) itu kemaslahatan wakaf. ﻭﻷﻫﻞ ﺍﻟﻮﻗﻒ ﺍﻟﻤﻬﺎﻳﺄﺓ ﻻ ﻗﺴﻤﺘﻪﻭﻟﻮ ﺇﻓﺮﺍﺯﺍ ﻭﻻ ﺗﻐﻴﻴﺮﻩ ﻛﺠﻌﻞﺍﻟﺒﺴﺘﺎﻥ ﺩﺍﺭﺍ ﻭﻋﻜﺴﻪ ﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﺸﺮﻁﺍﻟﻮﺍﻗﻒ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺑﺎﻟﻤﺼﻠﺤﺔ ﻓﻴﺠﻮﺯﺗﻐﻴﻴﺮﻩ ﺑﺤﺴﺒﻬﺎ ، ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺴﺒﻜﻲ :ﻭﺍﻟﺬﻱ ﺃﺭﺍﻩ ﺗﻐﻴﻴﺮﻩ ﻓﻲ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﻟﻜﻦﺑﺜﻼﺛﺔ ﺷﺮﻭﻁ : ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻳﺴﻴﺮﺍ ﻻﻳﻐﻴﺮ ﻣﺴﻤﺎﻩ ، ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺰﻳﻞ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦﻋﻴﻨﻪ ﺑﻞ ﻳﻨﻘﻠﻪ ﻣﻦ ﺟﺎﻧﺐ ﺇﻟﻰ ﺁﺧﺮ ،ﻭﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﺼﻠﺤﺔ ﻭﻗﻒ .Dari dua redaksi di atas (raudlah dan nihayah)tampak bahwa diawali dengan tidak bolehnya merubah (fungsi) benda wakaf, melainkan dengan syarat kemaslahatan yang diberikan waqif. Hanya sja, kemudian diikuti dngn pendpt bahwa yg dimaksudkan itu bukan fungsinya melainkan bentuknya.Dititik ini, kesimpulnnya mengubah fungsi itu tidak boleh seperti mengubah rumah (fungsi tmpt tinggal) menjadi kebun(fungsi tempat bercocok-tanam), akan tetapi jik merubah bentuk tanpa merubah fungsi itu bolh dngn adanya persyaratan dr waqif, seperti merubah bentuk tmpt potong rambut menjadi toko roti dimana fungsinya sama-sama sebagai tempatusaha.Selanjutnya, apakah Mushalla dan Masjid itu satufungsi dan satu makna yg sama ?Definisi Mushalla (musala)dalam bahasa Indonesia adlh : tmpt salat;langgar; surau; (2) tikar salat; sajadah. Silahkn rujuk KBBI.Definisi Mushalla sebagai langgar atau surau adlh definisi yang sesuai dengan urf (kebiasaan)masyarakat indonesia,dimana arti langgr (silahkan rujuk KBBI) adlh : Masjid kecil tmpt mengaji atau bershalat,ttp tdk digunkn utk salat Jumat; surau; mushalla. Dmkian arti Mushalla yg bs digunakn utk mrujuk sbgai Masjid yg bukn jami', surau, ruang khusus tmpt shalat di suatu gedung , kantor ato bhkan pasar (mal) ataupun tmpt shalat di rumah. Kata mushalla slh satunya trdpt dlm al- Baqarah125: ﻭﺇﺫ ﺟﻌﻠﻨﺎ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻣﺜﺎﺑﺔ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﻭﺃﻣﻨﺎﻭﺍﺗﺨﺬﻭﺍ ﻣﻦ ﻣﻘﺎﻡ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻣﺼﻠﻰ Yg perlu dicermti dlm ayat ini adlh kata 'maqam' dan 'mushalla'.Bnyk tafsirn mngnai kata ini dalam ayat trsbt, ada yg mengatrtikn batu, dan ada yg mengartikn al- haram secara keseluruhan. Sedangkan mushalla ada yang mengrtikan sebagai tmpt yang scara khusus dipruntukkan untuk shalat.Sdngkn arti dr masjid sebgaimna dikatakan oleh al-zujaj yang dinukil dalam kamus lisan al- arab (lihat entry kata sa-ja- da): setiap tmpt yg dipergunakan untuk ibadh adlh masjid, bukankah Rasul bersabda , "telah dijadikan bagiku bumi sebagai masjid yang suci". ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺰﺟﺎﺝ: ﻛﻞ ﻣﻮﺿﻊ ﻳﺘﻌﺒﺪ ﻓﻴﻪﻓﻬﻮ ﻣﺴﺠَِﺪ، ﺃَﻻ ﺗﺮﻯ ﺃَﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ، ﺻﻠﻰﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻗﺎﻝ : ﺟﻌﻠﺖ ﻟﻲﺍﻷَﺭﺽ ﻣﺴﺠﺪﺍً ﻭﻃﻬﻮﺭﺍً .‎ Dengan demikian, baik masjid dan mushalla mempunya arti dan fungsiyang sama secarakebahasaan. Namun,penggunaan kata masjid dalam hukum (fikih)mempunyai kekhususan yang tidak terdapat dalam mushalla sebagai tempat shalat secara umum. Apakah makna masjid itu meliputi essensinya sebgai tmpt melaksanakan jama'ah jum'at, tmpt yang diperbolehkn i'tikaf didlmnya, tmpt yg mana orang junub tdk diperbolehkan brdiam didalamnya ? Atau hnya sekdar konsekuensi dr nama (asma'wink yg disandang, sdngkn essensi (musammiyat)nya tetplh sebgai tmpt shalat ? Jk Mushalla dan Masjid mempunyai essensi yg sama, maka bukan soal merubah Mushala mnjdi Masjid, bukankh "al-ibrahbi al-musammiyat, la bi al-asma" - Ibrah yg dipegng adlh essensi , bukn nama. Konsekuens idari suatu nama bkn termsuk kedlm essensi dr nama itu. Sprt tdk blh jualn roti di tmpt potng rambut, seblknya tdk blh potng rambut di toko roti, mskpun essensi kduanya adlh sma yaitu tmpt usaha. Kesimpuln sya, mengubh mushala mnjdi masjid, dngn syrat waqif mmpersyrtkn satu kemshlhatn yg diprcykn kpd nadhir, dan nadhir melihat satu kemslahtan yang bnar-benr mendsak, mk itu boleh. Sebliknya, mengubah masjid menjadi mushala tnp adanya mashlahat yg jelas dan mndesk dngn pertimbangan yang ktat itu tdk boleh. WALLAHU a'lam.

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

No comments yet. Why not make the first one!

New Comment

[Sign In]
Name:

Comment:
(Some BBCode tags are allowed)

Security Code:
Enable Images